-->

SMS Gratis

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Bulan Suci Ramdhan, Bulan Penuh Berkah

By   Bahrul Ilmi

Rasanya baru saja kemarin kita telah selesai melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan, namun ternyata ramadhan berikutnya sudah ada di depan mata. Ya, tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan, bulan yang penuh berkah. Dan itu artinya kita harus berpuasa selama sebulan penuh.

Rabu, 12 Juni 2013

Kisah Sukses Seorang Writerpreneur

   Ia kini hidup dari dunia penulisan, membuat skenario sinetron juga mendirikan kelas menulis. Dua-duanya sama-sama menguntungkan.

LAZIMNYA bagi lulusan perguru an tinggi, bekerja di perusahaan merupakan target yang ingin dicapai. Itu juga berlaku buat Asri Rakhmawati. Seusai menuntaskan pendidikan diplomanya pada 2006, ia rajin melamar kerja.
“Namun ternyata rajin pula ditolak. Dalam setahun sudah 13 kali saya ditolak, hingga hampir menyerah. Saat menganggur, saya kembali menggeluti bakat dan hobi menulis,“ kata Aci, begitu sapaan akrab perempuan 28 tahun itu.

Minggu, 24 Juni 2012

Lelaki Akhirat

BRIGADE IZZUDIN AL-QOSSAM, sangat ditakuti israel. Tak mudah memang menjadi anggota brigade ini, benar-benar mujahid pilihan.

Minggu, 15 April 2012

Hidayah, Dakwah dan Cinta

Ariyanti Ammara KPK **

Tulisan ini dirangkai untuk sahabat seperjuanganku. Didasari oleh sebuah rasa
yang ada dalam benak seorang anak manusia yang ingin berbagi. Berbagi tentang
hal istimewa yang yang telah dianugerahkan olehNya...Tengah malam, ketika penanda waktu di laptopku menunjukkan pukul 00.10 wib. Diiringi sebuah instrument aku mulai mengetik. Tak tahu apa yang sebenarnya ingin aku tulis. Namun jiwa ini mendorong ragaku untuk menulis sesuatu.

Aku tak tahu harus mulai dari mana. Namun aku menulis saja apa yang aku rasa.
Meskipun itu hanya ungkapan ketidakmengertianku harus menulis apa. Seperti
saat ini. Aku menulis tentang ketidakmengertianku.Aku ingin berbagi tentang rasa, tentang cerita dan tentang mimpi. Rasa yangkutak tahu kapan mulai ada dalam benakku. Cerita yang pastinya kapan ia dimulai. Akupun tak tahu. Mimpi yang juga aku tak tahu bila kah akan terwujud. Pasti engkau heran membaca tulisan ini. Tulisan yang isinya hanya ketidaktahuan. Tulisan yang hanya menyampaikan apa yang kutak tahu. Lalu papa yang bisa didapat dari tulisan seperti ini? ya, itulah adanya.

Aku ingin berkisah tentang pengalamanku mengenal tarbiyah. Bermula dari
kegiatan wajib bagi mahasiswa baru, khususnya mahasiswa muslim yang bernama
STUDIKA yaitu Study Islam Kampus. Pertemuan pertama dengan seorang
mentor di dpr kemudian berkenalan, belum menimbulkan kesan apa-apa. Namun
aku tahu, semua liku hidupku berawal dari sana. Ia lah yang megubah haluan jalan
yang aku tempuh kini. Hingga kini aku mendapati diriku menjadi orang yang
benar-benar bersyukur. Semula aku tak menyangka akan sejauh ini efek dari
studika. Namun silahkan engkau percaya atau tidak, inilah yang terjadi.
Bersamanya aku menjadi lebih banyak mengerti. Mengerti tentang hidup, maknanya, tujuannya, hakekatnya, bahkan cara menjalaninya. Bersamanya aku mengerti tentang orangtua, sahabat, kasih sayang, cinta, rindu, tawa, tangis, duka,lara,pengorbanan, pengabdian, ketulusan, keikhlasan, kesetiaan, kebahagiaan, kesedihan, senyum, bahagia, merana, sepi, gelap, terang, semua. SEMUANYA. Bersamanya aku dapat mengenal diriku sendiri, mengenal siapa Tuhanku, mengenal dunia.

Tarbiyah pula yang mengenalkan aku pada suatu pekerjaan mulia yang gajinya
tidak akan pernah mampu orang untuk menggajinya. Tarbiyah yang mengenalkanku pada dakwah. Disanalah aku diajarkan untuk berbagi. Karena bagiku, dakwah adalah berbagi. Berbagi nikmat iman yang Allah anugrahkan pada kita. Berbagi nikmat ilmu yang Allah berikan untuk kita. Berbagi harta yang Allah titipkan pada kita. Berbagi kasih, berbagi sayang, berbagi cinta yang Allah limpahkan pada kita. Dakwah adalah berbagi tanpa mengurangi, memberi tanpa ada yang hilang. Bahkan semua itu akan terus bertambah. Itu semua karena kita bukan berdagang dengan manusia, tapi berdagang dengan Allah.

Teringat kisah Nabi Muhammad saw yang selalu sholat malam hingga kakinya
membengkak. Padahal beliau sudah pasti diampuni semua dosanya dan pasti masuk
syurga. Namun beliau tidak pernah meninggalkan sholat malamnya dan terusmenerus
bersyukur akan nikmat yang Allah berikan padanya. Nabi Muhammad saw melakukan sholat tahajjud sebagai rasa syukur, bukan karena ingin mengharap syurga. Jika boleh aku mencontoh beliau, aku juga ingin berdakwah karena rasa syukur dan cintaku padaNya. Aku ingin dakwah sebagai salah satu bentuk syukurku atas karunia hidayah yang Allah berikan padaku.

Seorang anak manusia beriman yang diberikan harta yang berlimpah akan
mewujudkan rasa syukurnya dengan mengucapkannya, kemudian menafkahkan
sebagian hartanya kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Demikian pula aku.
Aku ingin mensyukuri nikmat yang paling berharga yang Allah anugrahkan bukan
hanya dengan mengucapkannya dengan lisan.

Namun aku juga ingin membaginya dengan orang lain. Meskipun aku tahu, bukan daya manusia untuk memberikan hidayah pada mausia lain, bahkan untuk dirinya sendiri. Namun aku hanya ingin menjadi jalan terhidayahinya orang lain. Aku ingin menjadi jalan kebaikan bagi orang lain. Aku tahu ilmuku belum seberapa, bahkan masih sangat jauh darisempurna. Imanku juga msih belum sekualitas Nabi Muhammad, bahkan jauh,
jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh sekali dari itu. Namun karena syukur dan
cintaku, aku mau melakukan itu. Karena cintaku padaMu, aku rela menjadi tentara
yang membela agamaMu.

Izinkan aku melakukan ini karena syukurku padaMu. Syukurku atas tanganku yang
masih mampu menggoreskan pena dan merangkai kata-kata kebaikan. Syukurku
atas kaki yang sanggup melangkah menuju tempat-tempat yang Kau sukai.
Syukurku akan lisanku yang masih mampu berucap kata-kata kebaikan. Syukurku
atas mataku yang masih bisa menuntut lisanku untuk membaca kalamMu.
Syukurku atas telinga yang masih berfungsi untuk mendengar perintahperintahMu.
Syukurku atas hati yang masih bisa merasa, menerima, meyakini,
melihat, dan mendengar tanda-tanda kebesaranMu.Syukurku atas jantungku
yang masih sanggup menghirup udara.

Syukurku atas udara gratis yang Kau berikan. Karena aku tahu begitu mahalnya oksigen tiap tabungnya. Syukurku atas darah yang masih mengalir lancar dalam pembuluh darahku. Karena aku juga tahu betapa sulitnya mencari darah bagi orang yang kekurangan darah. Syukurku akan kesehatan yang masih engkau titipkan padaku. Syukurku akan kelengkapan dankesempurnaan fisik yang Kau ciptakan. Syukurku akan orangtua yang kau beri.

Syukurku akan keluarga, rezeki, kebahagiaan, semuanya. Tak akan pernah
sanggup untuk aku menuliskan semua nikmat yang Engkau berikan padaku.
Izinkan aku melakukannya karena cinta. Cinta padaMu, cinta pada RasulMu.

Jika cinta sudah bicara, samudra luas kan ku sebrangi
Jika cinta sudah meraja, dataran pasir pun kan ku jajahi
Semua akan jadi indah dengan cinta
Semua akan jadi mudah karena ada cinta
Ketika cinta sudah di hati, ia akan menjadi motivasi sejati
Ahh… Tak kan cukup untaian kata tuk mendeskripsikan, jika cinta yang
dibicarakan

Jika cinta menjadi alasan, maka tak ada kata menyerah
Begitu pula dakwah.

Jika dakwah hanya dilandasi cinta karenaNya, maka ia akan jadi indah.
Ia akan jadi kerinduan, bukan kepenatan.
Ia akan dinanti, bukan dihindari.
Ia akan jadi kebutuhan, bukan lagi kewajiban.
Ya, dakwah karena cinta.
CINTA PADA ALLAH DAN RASULNYA.



penulis Sekretaris KPK

Selasa, 03 Januari 2012

AMSAL

KH.RAHMAT ABDULLAH

Ketika anak-anak bangsa tak lagi mampu memahami sindir sampir,
petatah-petitih atau kias metafor, maka kiamat bangsa itu sudah di
ambang pintu. Tentu saja tidak dimaksud dengan kiamat itu kehancuran
fisik, melainkan kiamat nilai-nilai mulia yang selama ini mereka hayati.
Mereka telah hidup dalam dimensi-dimensi kebendaan yang pekat, dominan
dan refleks. Al Qur'an melancarkan seruan-seruannya, dengan sebagiannya
berbentuk amsal. "Itulah amsal-amsal (perumpamaan), Kami ajukan dan
tiada kan memahaminya kecuali
orang-orang yang alim."( QS. 29:43).

Kalau saja para koruptor itu punya kulit wajah yang cukup tipis dan urat yang cukup lembut untuk memahami sindiran halus, niscaya mereka akan
malu merampok kekayaan bangsa. Akan tetapi sayang sejuta kali sayang, kondisi mereka telah sampai pada apa yang diungkapkan seorang da'i yang dianggap keras, muka tembok urat badak, sehingga tak cukup sensitif terhadap penderitaan rakyat.


Sindiran-sindiran itu sudah terlalu vulgar bila ditampilkan dalam bentuk orasi, demonstrasi, pembacaan puisi, lagu-lagu kritik sosial atau pun lakon-lakon.Renungan tentang alam yang santun dan dunia hewan yang tahu batas. Harimau dan singa yang dikenal buas, tak pernah menumpuk buruan untuk beberapa hari ke depan, apalagi untuk beberapa keturunan.


Semut yang dikenal rajin, terorganisir dan berdisiplin tinggi, memang selalu mengumpulkan makanan untuk jangka waktu yang lebih panjang dari usia mereka. Tetapi itu dilakukan sebagai pemenuhan cadangan nasional, bukan kerakusan pribadi. Cukup dengan bercermin pada alam manusia dapat selamat, tetapi "Betapa banyaknya tanda-tanda Allah di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka tetap berpaling. Tiadalah kebanyakan mereka beriman, melainkan juga (dengan) melakukan
kemusyrikan." (QS. 12: 105-106)


Penenun yang Mengoyak Tenunannya


Betapa banyak energi yang dikeluarkan untuk menghasilkan tenunan yang
bagus. Ada unsur intelektual dan ada unsur moral. Tetapi hasil kerja yang melelahkan itu akan segera hancur dalam waktu singkat, karena unsur emosional yang tak terkendali. Jangan beri pekerjaan kepada orang yang usia semangatnya sudah larut senja atau kearifannya terlalu pagi. Kepanikan akan segera menyudahi pekerjaan itu. Kerja besar harus dihayati dengan hamasatus syabab fi hikmatis syuyukh(semangat pemuda dalam bingkai kearifan orang tua) dan tidak sebaliknya.Persatuan umat betapa sulit dibangun, namun betapa mudah dihancurkan.Seribu teman belum cukup, satu musuh terlalu banyak.Memang aneh, lelah menenun berbilang pekan, bahkan bulan, dikoyak dengan begitu mudah, karena urusannafsu yang tak terkendali. "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu
golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain..."
(QS.16:92)

Tetapi Siapa yang Menggantungkan Loncengnya?

Sekumpulan tikus berkongres. Tema sentral; bahaya kucing yang mengancam
keles-tarian bangsa tikus. Banyak usulan cemerlang, tetapi semuanya
termentahkan. Dari usulan mengkarantina anak-anak, sampai perondaan yang
kontinyu. Akhirnya, seekor tikus junior mengajukan usulan "jenius" yang
mencengangkan, "Leher setiap kucing diberi lonceng yang nyaring bunyinya
agar anak-anak kita bisa segera masuk ke dalam lubang perlindungan."
Usulan ini disambut dengan antusias sebagai usulan yang jenius.

Ketika semua merasa puas, seekor tikus senior berujar, "Arrayu shahih,
wa-lakin man yualliqul jaras?" (Usulannya benar, tetapi siapa gerangan
yang akan mengggantungkan lonceng itu?) Semua tertegun kembali dengan
putus asa.

Fabel amsal ini memang rekaan, tetapi mencerminkan banyak hal; kearifan
dan pada saat yang bersamaan keputusasaan. juga kecerdasan
berbayang-bayang egosentris. Dalam implementasi, terkadang kelompok
pesimistik mematahkan optimisme rekannya dengan amsal ini.

Rahimallahu Assariqul Awwal

Suatu desa mengalami kegemparan sangat. Pasalnya, muncul pencurian unik.
Setiap kali jenazah dikuburkan, esok kuburan yang rapi itu sudah
berantakan. Setelah diselidiki ternyata kain kafan sang mayat sudah
raib. Segala upaya untuk menangkap pencuri mengalami kegagalan. Mereka
geram, marah, putus asa, sampai suatu hari pencurian itu berhenti.
Rupanya sang pencuri mati.

Untuk beberapa lama keadaan kembali tenang. Tetapi mereka kembali
digemparkan oleh kasus-kasus pencurian yang sama, bahkan lebih unik;
sang mayat dionggokkan di atas kuburan tanpa kafan. Berbagai cara untuk
menangkap dan menangkal menemui kegagalan. Dengan putus asa akhirnya
mereka mengatakan, "Lebih baik maling yang dulu juga." Pepatah satir
Arab ini aslinya berbunyi, rahimallahu assariqul awwal, (Semoga Allah
mengasihi pencuri terdahulu).Kondisi ini, bila dianalogikan kepada politik, partai politik dan
pemilu, mewakili apatisme masyarakat yang tidak berjiwa pejuang, memilih dibodohi dan
diperkosa kembali.

Beruang Setia


Cinta dan pengorbanan tanpa ilmu kadang berakibat fatal. Alkisah,
seorang alim yang baik hati menemukan seekor beruang terjepit di antara
batang pohon di hutan. Dengan kasih sayang ia bebaskan sang beruang.
Klasik, siapa saja yang mendapat jasa tentu tak melupakan si pemberi
jasa. Dengan sungguh-sungguh dan tulus hati, sang beruang berikrar untuk
menjadi pengawal setia dan pelayan bagi syaikh. Kemana ia pergi, si
beruang mengikuti dan mengawal. Sampai suatu hari, sang beruang kesal lantaran tuannya terganggu istirahatnya oleh lalat-lalat yang kerap hinggap di wajahnya. Beruang menghalau dan lalat datang kembali beberapa saat. Hingga memuncaklah
amarah sang beruang. la akan melakukan langkah pamungkas terhadap
lalat-lalat jahanam itu. Ketika seekor lalat bertengger di wajah sang
tuan, beruang mengangkat batu besar untuk dihantamkannya ke tubuh sang
lalat. Dengan kelincahan luar biasa sang lalat melesat dan wajah sang
tuan hancur tertimpa batu.



Setiap Orang Ingin Jadi Mekanik


Setelah melaju beberapa saat, kendaraan dengan banyak penumpang itu
memasuki medan berat. Di atas jalan bebatuan besar-besar itu kendaraan
terguncang-guncang, membuat tak nyaman para penumpang. Ada yang pusing,
ada yang mual, bahkan banyak yang muntah. Sebagian sudah lupa ke mana
mereka menuju, sedang lainnya ingat tujuan tetapi kehabisan kesabaran.

Seorang penumpang dengan dahi yang dikerut-kerutkan mengesankan intelek
berujar, "Berhenti dulu, pastilah mesinnya rusak." Dia memaksa untuk
bongkar mesin, keadaan tak bertambah baik. Datang seorang dengan
tampilan post intelek, menawarkan gagasan cemerlang. "Ini gara-gara
kerusakan pada kaca spion, salah posisi," ia copot kaca spion dan bus
tetap berguncang-guncang. Seorang berujar dengan piawainya, "Tadi jalan
begitu mulus, karena saya ikut dalam bus ini." Ketika ditangkal dengan
mengatakan, sekarang ia juga masih ikut, tetapi tetap berguncang. la
menyergah, "Sekarang karena

dasar mobilnya yang tak bermutu!"

Entah berapa banyak orang yang menghujat kitab suci dan warisan Nabi.
Mereka bukan memikirkan rekayasa medan, mengubah persepsi masyarakat
atau menyadari medan serta dinamika da'wah selalu bergelombang. Mengapa
kita tidak perbaiki sistem kerja dan iklim berfikir masyarakat dengan
da'wah yang ber-manhaj, agar perjalanan da'wah bisa lancar, daripada
menyalahkan risalah kiriman Allah. Berpura-pura netral dan tidak
emosional ketika Allah dilecehkan, atau dengan PD tapi modal cekak
berani membunyikan pesan sponsor yang begitu dendam kepada umat.


Senin, 02 Januari 2012

Hakikat Pergantian Tahun Baru

K.H. Rahmat 'Abdullah

Jika kita merenungi peristiwa pergantian tahun dan perhitungan waktu, terdapat perbedaan sangat mencolok antara manusia dan makhluk lainnya. Dengan akal yang Allah berikan mereka menghitung pergerakan benda-benda angkasa yang tertib dan pasti. Dengan naluri ingin tahu yang Allah tanamkan, mereka menjelajah tanpa lelah. Kepastian gerak dan ketertiban pola edar tata surya mengilhami mereka untuk dapat membuat catatan waktu, sejarah, dan peristiwa. Muncullah kalender atau almanak (Arab: almanakh, almunakh, artinya musim, iklim, cuaca). Ada kronometer, dari jam pasir, jam bayang-bayang sampai jam quartz dan kinetik.


Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwwah

K.H. Rahmat 'Abdullah




Mungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW : "Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai." (HSR Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal. Dalam hubungan kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar'i yang menggariskan aqidah "La tha’ata limakhluqin fi ma’shiati’l Khaliq". Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma'siat kepada Alkhaliq. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim).

Kematian Hati

K.H. Rahmat 'Abdullah (Ketua Yayasan IQRO Bekasi)





Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.