-->

SMS Gratis

Jumat, 11 Mei 2012

Nikmatnya Tilawah di Awan

Akhiarden KPK

1 Februari 2012, adalah tanggal dimana aku meyelesaikan perjalanan dua minggu mengikuti  Training Manajemen Nasional SBS di malang dan mengelilingi 4 cabang SBS di Jawa. Shubuh jam 04.00 dini hari aku tiba di terminal Lebak Bulus setelah menempuh perjalanan selama 6 jam dari Tasikmalaya.
Jadwal  take off pesawat jam 10.30 pagi. Aku memanfaatkan waktu yang cukup panjang kedepan untuk sholat shubuh dan membersihkan diri (mandi) di Mushola terminal Lebak Bulus. Aku juga sarapan Pop mi, sekedar untuk mengganjal perut yang hanya diisi dengan bakso saat di Tasikmalaya. Meskipun sekedar pop mi, cukup memberikan energi tambahan dalam perjalanan menuju pulang ke kota Khatulistiwa.
Setelah sholat shubuh, aku memutuskan untuk segera ke Bandara soekarno-Hatta menggunakan bis Damri. Jakarta diwaktu pagi seperti di Pontianak siang hari. Kendaraan yang berjubel membuat perjalanan bis damri terasa cukup lama. Tapi tak apa-apalah, gedung-gedung pencakar langitnya cukup efektif menghilangkan kejenuhan selama perjalanan. Lagipula jadwal keberangkatan ke pontianak masih lama. Jadi tak apalah menikmat sejenak perjalanan dan suasana Jakarta di pagi hari. Pukul 07.20 aku tiba di bandara Soekarno Hatta. Tak banyak yang kulakukan di bandara ini. Sembari menunggu jam keberangkatan, aku ke mushola bandara, sekedar duduk melepas lelah.
  Hampir 3 hari ini waktuku habis diperjalanan. Perjalanan dari Madura ke Tasikmala hingga ke Jakarta hari ini sungguh melelahkan. Sudah dua malam aku tidur diatas sandaran kursi bis, bukan diatas pembaringan. Aku ingin beberapa jam menuju Pontianak kelelahan fisikku terobati. Aku awali istrahatku dengan sholat dhuha 4 rakaaat di mushola bandara. Kulanjutkan dengan tilawah Qur’an beberapa lembar. Cara ini sangat efektif mencargher ruhiyahku. Aku bertekad kelelahan fisik tidak boleh melemahkan amal yaumiku. Aku sungguh beruntung selama satu bulan ini amal yaumiku selalu terjaga dan bertambah. Itulah prestasi yang sangat aku banggakan. Tilawahku hampir selalu satu juz setiap hari. Puasa sunnah senin kamis juga mampu selalu kulakukan. Qiyamullail hanya satu kali aku absen selama perjalanan dua minggu di Jawa. Aku berharap amal yaumiku selama di Pontianak jauh lebih hebat.
        Setelah sholat dan tilawah, aku duduk dikursi di depan mushola bandara dan membaca buku. Niat untuk merebahkan badan tidak kesampaian karena kondisi mushola yang kecil dan banyak orang yang sholat. Kumanfaatkan juga waktu menunggu take off pesawat ini untuk mengabarkan kepulanganku kepada kelarga dan teman-teman, maklum 2 minggu petualanganku ke Jawa serasa lama dan banyak teman-teman yang sudah menyakan kapan aku pulang. Maklum aku kan salah satu orang penting di pontanak…hehe.
        Ada sms menarik dari seorang teman yang menantang aku memanfaatkan waktuku selama di pesawat dari Jakarta ke Pontianak untuk tilawah Qur’an tanpa henti. Subhanallah, ini tantangan yang sangat menarik. Selama perjalanan ku sebelumnya via pesawat hanya kuisi dengan membaca dan memandang pemandangan diluar yang tentunya hanya dipenuhi dengan gumpalan-gumpalan awan. Sayang sekali waktu satu jam 10 menit di pesawat tidak dimanfaatkan untuk hal-hala yang bermanfaat dan mengahdirkan limpahan pahala. Kadang-kadang jiwa kita merindukan suasana baru yang menarik, dan aku pikir inilah hal menarik itu. Tak banyak orang berpikiran yang sama seperti saran temanku ini.
Kalau tilawah naik bis, mobl, diatas boncengan motor, atau saat naik kapal sudah sangat-sangat biasa. Tilawah tanpa henti diatas awan agaknya pengalaman yang sangat luar biasa. Kira-kira dari Jakarta ke Pontianak berapa juz yang mampu aku baca? Kalau biasanya saat di pesawat aku tilawah hanya beberapa lembar dan terhenti dengan aktivitas lain. Kali ini dalam perjalanan balik kampung ini aku harus tilawah tanpa henti. Itulah tekad terbesarku waktu itu. Sudah tak sabar rasanya untuk segera mengejar targetan ini.
        Pukul 10.40 aku naik pesawat Sriwijaya yang akan membawaku pulang ke Pontianak. Sesampainya diperut pesawat aku segera mencari tempat dudukku. Ternyata niat baik itu selalu saja dihadang dengan ujian. Seperti yang aku rasakan kala itu, disampingku duduk seorang wanita memakai celana ketat banget. Tapi aku tidak terlalu memperdulikannya dan fokus pada targetanku. Selama dalam perjalanan ini aku akan tilawah hingga pesawat landing di bandara Supadio. Aku benar-benar menikmati tlawahku, kebetulan hari itu tanggal 1 Februari, dan aku telah mengkhatamkan Qur’anku selama Januari. Tanggal baru, bulan baru dan bacaan baru. Kuawali tilawah dengan membaca Surah Al fatihah, kemudian ayat demi ayat Al Baqarah JUZ pertama berhasil kubaca. Kulanjutkan membaca juz kedua. 

Aku benar-benar menikmati bacaan Qur’anku, sesekali kuberhenti sejenak sekedar membasahi kerongkongan jatah dan menghabiskan jatah kue dari maskapai penerbangan. Sungguh nikmat tilawah diatas awan. Sungguh menjadi pengalaman yang sangat berharga yang pantas untuk dikenang. Disaat penumpang lain asyik dengan lamunannya, sibuk dengan bacaan bukunya, dan   larut dalam diskusi dengan penumpang disampingnya. Aku ternyata mampu melakukan aktivitas yang berbeda.
  
       Rasa capek selama perjalanan sebelumnya menjadi tidak terasa. Huruf demi hurup Al Qur’an yang dibaca dengan penuh kekhusukan menjadi terapi yang sangat efektif menghilangkan rasa capek, kegundahan hati dan kemurungan wajah. Pukul 12.00 pesawat mendarat di Bandara Supadio, segera kututup Al Qur’anku. Alhamdulillah tilawahku hanya menysikan satu lembar lagi untuk genap satu juz. Bagiku itu sebuah prestasi, walaupun aku yakin ini tidak terlalu istimewa bagi yang lain. Setidaknya aku mampu melakukan hal yang berbeda, unik dan insya Allah menghasilkan tabungan pahala yang akan menjadi investasi yang sangat menguntungkan bagiku di negeri abadi kelak. Semoga dalam kesempatan perjalanan selanjutnya aku bisa mengisinya dengan tilawah yang lebih banyak.

Terkadang kita mesti menyiasati perjalanan yang kita lakukan dengan cara sederhana yang kita bisa. Tanpa kota sadari langkah sederhana yang kita lakukan membawa hasil yang tidak sesederhana yang kita bayangkan.








1 komentar:

Jika tulisan ini bermanfaat tolong dikomentari yach.....