-->

SMS Gratis

Jumat, 27 April 2012

OpeRA KPK (Open Rekrutmen Anggiota Komunitas Pena Khatulistiwa)

Menulis adalah menabung kenangan,menulis adalah menabung kebahagiaan,menulis adalah menabung harapan dibalik kesedihan dan yang pasti menulis berarti mewariskan sejarah dan ilmu pengetahuan.Maka Menulislah...menulislah...menulislah... 

Story Of Sang Pemilik Ilmu

Warami Nurbiyanti **
Kakiku terasa berat melangkah, seperti ada seribu makhluk malas yang menempel dikakiku. Mereka seakan-akan merasuki jiwaku yang tak bernyawa hinggalah aku malas dibuatnya. Ibuku berteriak-teriak dari arah luar kamarku, sembari menggedor-gedor pintu kamarku.“ Rudi ooooo Rudi, macam mana kau ni nak. Tiap pagi dibangunkan jak terus, dak malu kah nak didengar tetangga, tiap pagi rumah ni ke rumah nijak terus yang ribut bangunkan kau”. Terdengar jelas suara omelan ibuku dari arah luar kamarku.Aku sih sebenarnya sudah bangun, tetapi untuk beranjak bangun dari tempat tidur dan melangkah untuk mandi itupun malas benar rasanya. Pastilah hari ini aku terlambat lagi deh. Emmmm biar aja dah. “lagi-lagi Rudi”, yah selalu seperti itulah dosen berkata padaku ketika memergokiku telat. Rudi Ardiansyah. Itu nama pemberian kedua orang tuaku, 19 tahun yang lalu aku terlahir di Bumi Khatulistiwa ini. Sebenarnya aku ini hidup untuk apa sih? makan untuk hidup atau hidup untuk makan. Aku pun bingung. Padahal umurku sudah 19 tahun, sudah sepantasnya aku ini dewasa. Kata orang-orang, aku ini anak mamakku yang paling cakep tapi kata mereka juga aku yang paling nakal. Hahahahaha..... Aku mah kagak peduli lah omongan orang, yang penting aku jalani hidup ini dengan santai aja. Kuambil handuk dan kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Wah celap sekali pagi ini,tetapi aku hantam sajalah. Air dingin itu kubiarkan saja mengalir ke tubuhku dari shower yang ada dikamar mandi. Sedangkan diluar, masih saja kudengar omelan ibuku. Ibu,,,,,ibu walaupun engkau terdengar cerewet dimataku, engkau tetap yang kusayang. Biar kata orang aku ini bandel,tetapi yang tak bisa aku lakukan adalah melawan kedua orang tuaku. “Ooo mak ai,,,,bayaham ngomel pagi-pagi, nanti cantiknya hilang pula”. Gurauku kepada ibuku dari arah dalam kamar mandi, dan ibuku pun tiba-tiba berhenti mengomel. emmm,,, lega. .................................................................................. Waduh,ruanganku jauh sekali,aku lupa kalau hari ini kuliahnya di gedung E gumanku dalam hati. Dengan langkah cepat aku bergerak dan bergegas,seperti dikejar-kejar polisi saja aku ini. “Rudi lagi, Rudi lagi” tiba-tiba bapak dosen itu keluar dari arah kelasku dan langsung menegurku, padahal kakiku ini belum sampai masuk ke kelas. Kubalas dengan senyuman saja perkataan dosen itu. Cuek sajalah, kutampakkan wajah tak berdosaku. “Bapak tu mau kemana woy....” Tanyaku kepada Reni teman sekelasku. “Way woy way woy, orang punya nama kali boy” balasnya dengan ketus sambil berlalu dan duduk di kursi yang ada didekatnya. “Emmmm,,,, iyalah Reni yang cantik, Reni yang langsing, bapak tu tadi kemana?” “Langsing kayak aku, gendutnya macam mana?”Mendengar celetukan Reni itu teman-temanku jadi tertawa puas. Reni ini sebenarnya tidak langsing, justru Reni ini wanita paling subur di kelasku alias bongsor. Tapi aku suka saja menggoda dirinya. “Dari pada kau, muke cakep, tampang keren, tapi bah malas e tu dah dak bisa dipedah agik. Mau jadi apa kalo kau gitu terus. Bagus kau gantikan Patung Bujang Beji jak sana”. Kubalas lagi dengan nad meledek “Aku mau jadi Reni, mau jadi gendut” aku pun tertawa sendiri mendengar jawabanku itu. Tiba-tiba Reni berdiri dihadapanku dan berkata........... “Eh pak Rudi, saye bilang ye pak. Mamak ma bapak kau tu letih-letih bangun pagi, dah tu pergi ke pasar, bedagang sampai sore. Sadar dak tu untuk sapa? pasti kau dak sadar. habis telinga kau tu tak pernah bayar pajak. Untuk biayain kau sekolah Rud, untuk hidup dan kebutuhan kau. Tapi kau balas apa coba? kau balas dengan gaya kau sekarang ni. Kau bangga kah dikasih predikat mahasiswa bandel? kalo aku mah malu oy. Kau ke kampus ni niat dak sih? Kita tak tau umur Rud, kalo Tuhan ambil nyawa orang tua kau duluan macam mane? Nangis darah kali kau. Aku bilang gini karna aku sayang kau teman”. Panjang lebar Reni berkata di hadapanku, omelannya melebihi omelan mamakku. Sejenak ku renungkan perkataan Reni itu. Tidak ada yang salah dengan omongannya. Dan aku memang seperti yang diucapakan Reni. Aku tidak tersinggung dan aku tidak membalas ucapannya. Aku memang dikenal sebagai mahasiswa bandel, sebenarnya aku tidak bangga, tapi aku merasa biasa saja dengan predikat itu.Kalimat yeng paling menggetarkan hatiku ketika Reni mengatakan bagaimana jika kedua orang tuaku tiba-tiba meninggalkanku untuk selamanya. Sedih sekali hati ini. Reni tau meskipun aku seperti ini namun aku tak bisa pisah jauh dari kedua orang tuaku. aku sangat menyayangi mereka. Dan bapak dosen itu pun kembali lagi ke kelasku. Suasana belajarpun kembali normal lagi. Sama seperti mata kuliah lainnya, aku tidak terlalu merespon penjelasan dosen-dosen itu. Aku terlalu meremehkan apapun yang ada di hadapanku, dan jarang sekali merespon meski itu hal sensitif. Perkuliahanpun usai.............. Aku menghampiri Reni yang sedang menunggu jemputan ayahnya. “Ren, aku minta maaf ya, karna tadi cara begurau aku terlalu berlebihan, sebenarnya aku cuma begurau aja Ren. Hinggalah sampai kau ngomelkan aku macam mamak aku jak” “Halah Rud, tak apa beh, santai magang jak. aku dak marah kok, akupun minta maaf ya udah ngomelin kau kaya tadi” “Dak apa juga Ren, dak ada yang salah dengan perkataan kau tadi. Memang semuanya benar. justru omongan kau tadi tu rasanya buat aku jadi agak mulai paham untuk apa aku ni hidup?” “iyalah Rud, hidupmu untuk makan jak kan? kan kata mamak kau, kau tu anak mamak kau yang paling cakep. Tapi cerdas dak?” ejek Rini lagi padaku. “iyelah, mang kau jak lah yang paling pintar. Aku senang siang ni Ren” “Senang ngapa?” “aku senang duduk di samping truk gandeng”. mendengar ucapanku itu, Kami jadi tertawa bersama di ruang tunggu itu. Suara kami berdua saja yang paling ribut. Rini,,, Rini kau memang teman terbaikku. Terima kasih sahabat, kritikan orang selama ini tak pernah kuhiraukan. tapi justru kritikan dibalik candaanmu itu yang mampu menggetarkan hatiku akan pentingnya mencari ilmu, tak hanya datang. duduk, diam jak dalam kelas tu. tapi datang, dengar, dan pintar. .................................................. “Tumben anak bapak yang cakep ni datang ke warung. Nak minta duit kah apa nak?” Ejek bapakku sampil mengelus-ngelus rambutku. “Bapak tau jak. Abang mang mau minta duit. Tapi untuk beli buku boleh kan pak? “Buku apa sayang?” mamakku pun ikut bertanya juga. “Buku tentang mata kuliah yang abang ambillah mak. Tapi kata Reni bukunya tu rata-rata adanya di Pontianak, dak ada di Sintang”. “Oh iyalah. Tar minta tolong kakak aja ya doy yang beli, kakak kan di sana pasti tau tempatnya. Tar mamak telfon kakak ya, tapi tunggu dah pulang bedagang ni”. Aku pun mengangguk tanda setuju. Aku jarang sekali datang ke warung orang tuaku ini, padahal dari warung inilah Tuhan memberikan rezeki kepada kedua orang tuaku untuk membiayai kami. Sambil makan siang aku memperhatikan kedua orang tuaku yang sedang melayani para pembeli. Terlihat keletihan diwajah mereka, dengan rambut yang telah di tumbuhin oleh uban-uban putih. keringat keletihan itu kadang bercucuran diwajah kedua orang tuaku. tetapi mereka tetap tersenyum di depan orang-orang yang belanja. Y Allah, sungguh aku telah membalas semua keringat kedua orang tuaku dengan kesia-siaan. Aku jarang sekali mengikuti kehendak mereka. Miris sekali aku melihat tingkahku selama ini. Aku berkata kalau aku sayang mamak dan bapakku, tapi rasa sayang itu tak pernah aku tampakkan. Mereka selalu mengiyakan keinginanku, terkecuali jika memang ibuku tidak ada uang, tapi balasanku apa????? Semakin ku mengingat-ingat kesalahanku rasanya semakin cepat aku ingin memperbaiki diriku. Ya, itulah janji yang ku tulis di dalam hatiku, dan akan aku buktikan dengan sikap dan tingkah lakuku. ........................................................... Meski teman-temanku memberikan aku predikat mahasiswa bandel, dan pemalas. tapi aku tak pernah meninggalkan sholat. Hanya saja biasanya habis sholat subuh aku langsung tidur, tapi pagi ini aku tak ingin mengikuti hawa nafsuku untuk tidur kembali. Aku ingin mengantar ibuku ke warung dan berbenah rumah. Melihatku bangun pagi, dan mengantar mamakku kepasar, tapi mamak kok gak ada komentar ya? Emmmm sudahlah. Sebelum ke kampus, mamak menyuruhku sarapan terlebih dahulu. Aku pun sarapan dengan penuh rasa semangat, dan segera ku bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Aku menghidupkan motor, dan ku panaskan sejenak motorku. Kali ini aku tak ingin telat ke kampus. Wah ternyata benar, aku tidak telat. justru aku menusia pertama yang hadir di kelasku. Emmm inilah akibat tidak ada jadwal mata kuliah, awal yang baik. Tak apalah, aku pun duduk di depan kelasku. Teman-temanku satu per satu pun hadir. Terlihat keanehan di wajah mereka, “Tumben,,,, tumben,,, tumben,,,” kata itu yang mereka lempar untukku. Aku hanya membalas dengan senyuman, kali ini aku tak ingin membalas omongan mereka, sudah terlalu sering aku membalas perkataan mereka. Suasana kelas begitu hangat, kulihat mereka saling bercerita, entah apa yang dicerita. aku mencoba ikut bergabung dan mereka menerimaku dengan baik. Teman di kelasku memang baik-baik, hanya aku saja yang terkadang jarang merespon mereka. Ternyata enak juga seperti ini saling bercanda dan tertawa riang. Lagi asyik-asyiknya bercerita, HP ku bergetar ternyata ada SMS dari mamakku. : Anak mamak yang paling cakep, yang rajin ya nak kuliahnya. Abang anak mamak yang paling pintar. Mamak selalu berdoa semoga Allah menjauhkan abang dari segala yang ingin mencelakai abang. Allah pasti kabulkan doa mamak kan bang? Hari ini mamak yakin abang bisa jauh lebih baik dari hari kemarin. Abang tu pintar, cuma abang belum sadar jak kalau abang tu pintar. Semoga abang nanti jadi pemilik ilmu ya nak ya, anak mamak yang bisa jadi orang sukses. Mamak tunggu abang wisuda nanti, insya Allah” Air mata ku mengalir membaca SMS itu. Aku menangis. AMIIIN mak. Semoga abang bisa jadi pemilik ilmu, gumanku dalam hati. ............................................................................................................................................. The End Keterangan arti: Celap = Dingin, Bayaham = Jangan, Dipedah agik = Dibilang lagi. { Bahasa Melayu Sintang}

Minggu, 22 April 2012

Kembali

Ariyanti Ammara KPK
Ku pandangi langit biru di ufuk barat dengan semburat awan kelabu berarak, tak beraturan.. Sekali lagi. Perlahan ia menjadi jingga.. Aku yakin, sa’at ini mentari tengah berangsut, Menghilang dari pandangan.. Andai bisa, ingin ku sibak hutan kecil di depanku, Demi menyaksikan sang raja siang kembali keperaduannya.. Meninggalkan bumi dalam kelam.. Menuntaskan tugasnya hari ini.. Hhh… Pasti indah. Meskipun pada hakekatnya, ia akan tetap bertugas di belahan bumi lain.. Nyanyian burung pun kembali terdengar, semakin ramai di dalam hutan kecil itu.. Perlahan… Gelap… Hitam… Sampai jumpa mentari… Ku harap esok kita akan berjumpa lagi. Jelimpo, 29 Maret 2011

Jumat, 20 April 2012

Indahnya Persahabatan

Akhiarden KPK** 
 
Wahai Sahabat,
Alangkah indahnya Jika kita semua bersaudara Alangkah manisnya Jika kita saling mencinta

Selasa, 17 April 2012

Impian

Dewi Sawitri Wulandari**

W alau hanya lewat tinta hitam,
ku sampaikan salamku untukmu,
untukmu wahai calon pemimpin hidupku,
Bukan wajah menjadi pandangan,
Bukanlah harta jadi keinginan,
Bukanlah tahta jadi idaman,
Datanglah padaku dengan kasih-Nya,
Hanya ,,,,,

Akhlaqulkarimah jadi tujuanku,
Shalatmu jadi harapanku,
Keimananmu jadi dambaanku,
Meski ku tak sempurna,
Meski kadang ku rapuh dalam langkah,
Meski kadang lupa atas cinta-Nya,
Namun,
ku hanya ingin berjalan bersamamu dalam satu arah Tujuan-Nya....


Penulis Mahasiswa
STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA


Minggu, 15 April 2012

Mamaknya Anak

Warami Nurbiyanti **

Si tampan berpeluh keringat
berkotor-kotor penuh keringat
mamak mulai jadi comel
comelnya pun makin begadoh
namun si tampan tak sedikitpun menoleh

Nak,,,, nak,,,, nak
comel mamak selalu kau dengar
mamak merangkul penuh senang
meski si tampan berkepala besi

Nak,,
berlari tak perlu jauh
berdiam tak perlu luluh
sunnguh nak kau lah si tampannya mamak

Sang Pemilik Ilmu

Warami Nurbiyanti**

Kaki terasa berat melangkah, seakan ada seratus paku yang menusuk dikaki. Tidak, bukan seratus paku, tetapi ada seribu makhluk malas yang telah menarik-narik kaki bahkan telah melekat dikaki calon pemilik ilmu. Ketika duduk dengan wajah santai, kita merasa tak perlu berlaku apapun. Hanya duduk berpangku tangan, berlipat kaki, dengan setumpuk masalah. Duduk itu pun masalah, masalah bagi mereka yang kakinya tak biasa diam. Mereka tak senang melihat pemuda-pemudi yang hobbynya DATANG, DUDUK, DIAM. Itulah masalah besar kita saat ini.

Wahai pemuda-pemudi calon Pemilik Ilmu, buka mata selebar-lebarnya, langkahkan kaki mu dengan penuh semangat dan rasa ikhlas. Kelak, akan ringan ketika engkau melangkah, akan menatap masa depan dengan mudah. Ketika makhluk malas menghampiri kita, seharusnya kita hadang mereka dengan lantang kita katakan “ tolong jangan parkir disini ya”, jika memang kita terlanjur parkir dibuang aja jauh-jauh, buang ke jurang aja.
Hamasah Li Tholabul ‘ilmi, Semangat dalam menuntut ilmu. Kemudahan dalam menuntut ilmu akan kita dapat ketika ada rasa ikhlas dan memiliki rasa senang. Bonusnya kelak akan menjadikan kita sebagai Pemilik Ilmu.

Wahai calon Pemilik Ilmu, bersenjatakanlah dengan tongkat dan bambu. Tongkat yang selalu bersamamu, yang engkau letakkan di saku sampingmu, tongkat yang engkau gunakan ketika engkau butuh dan dia akan menopangmu dengan senang hati. Bambu, bambu yang di dalamnya memiliki banyak tempat dan celah-celah yang siap untuk menerima curahan air yang datang dari mana saja. Dengan pena yang sebelumnya hanya engkau letakkan di sudut meja belajarmu, atau hanya engkau letak di saku bajumu. Jika pena itu bisa berkata-kata pastilah dia akan berteriak “ Wahai calon pemimpin bangsa, kenapa engkau tak hiraukan aku disini, engkau hanya memakaiku ketika kau butuh, ketika tintaku habis, isilah aku dengan tinta semangatmu”, menulislah, menulislah, menulislah. Dari menulis engkau akan mendapatkan ilmu. Dan otak kita, otak yang telah Allah titipkan dan di dalamnya begitu banyak tempat untuk menampung ilmu apa saja yang bermanfaat. jangan biarkan otak ini kosong, atau pun berisi tapi isanya segala hal yang negatif. Pena itu akan bergerak dengan bantuan ilmu yang telah diresap oleh otak. Dan pena itu akan menghasilkan tulisan yang sungguh mempesona.

Atas izin-NYA lah ilmu yang kita kejar, kita raih, kita gapai, akan melekat pada diri kita wahai calon Pemilik Ilmu. SELAMAT untuk kalian, pemuda-pemudi yang telah tersenyum lebar, selebar kepakan sayap burung cendrawasih. Kelak kalian akan seperti burung elang yang kuat dan penuh rasa optimis dalam menggapai sesuatu. Itu semua karena kerja keras kalian. Kalian akan melambaikan tangan kepada mereka yang masih saja duduk terpaku dengan seribu makhluk malas yang telah melekat di raga mereka.

Wahai pemuda-pemudi Calon Pemilik Ilmu, nikmatilah kenikmatan yang telah diberikan-NYA. Kalian telah menjadi PEMILIK ILMU SESUNGGUHNYA.


Penulis Sahabat KPK Sintang

(.........) Si Anti Galau

Warami Nurbiyanti**


Terinspirasi dari iklan yang lagi buming and lagi ngetrend dikalangan remaja. Iklan yang berhasil menghipnotis kalamgan remaja, bahkan anak-anak. Yah, namanya juga iklan dan yang pasti ada promosi serta ajakan agar tertarik terhadap apa yang mereka tawarkan. Kreatif sekali orang yang ada dibalik iklan tersebut, mereka berhasil mempraktekan teori perlokusi yang saya dapatkan di mata kuliah Pragmatik Bahasa Indonesia.

Setelah saya amati ternyata tidak hanya remaja dan anak-anak saja yang ikut-ikutan. Teman-teman di kelas saya pun termaksudlah saya telah menjadi korban iklan yang setiap hari kami dengar. Mulai dari cara bicara, body language, sampailah kalimat-kalimat yang diucapkan oleh sang bintang iklan pun kita tiru. (jangan ditiru ya,,,)
“Loe gue end, loe gue end, loe gue end” atau “Kamsaupae, kamsaupae, kamsaupae” (maaf ni kalau tulisannya salah, saya tidak terlalu memperhatikan iklannya, hehehe)
Kalimat di atas sering sekali saya dengar, saya pun kadang-kadang mengucap kata-kata itu juga.

Ketika saya menulis ini, adik saya saja mengatakan kata-kata yang seperti saya tulis di atas. Dahsyat sekali dampaknya, berarti mereka sudah berhasil menarik perhatian kita untuk masuk ke dalam tujuan pembuatan iklan tersebut. Si Anti Galau, sejenak kita perhatikan iklannya, si lelaki tampan yang berfikir bagaimana caranya untuk menyambung hidup tanpa orang yang dicintainya. segala yang dipandangnya pun jadi “loe gue end, loe gue end, loe gue end” (maka beli dunk produk anti galau,,,, apa itu namanya? Saya yakin anda semua sudah tau,hehehe) sehebat itu kah ketika patah hati atau hati patah ah apapun itu tergantung pemikiran anda. Kalau anda sedang mengalami situasi yang dialami oleh si lelaki tampan itu apa yang anda lakukan? Apa beli produk yang diiklankan tersebut atau cara apa yang anda lakukan ketika GALAU melanda anda?

Sadarkah kita saudaraku, ketika galau melanda kita apakah kita sampai galau berlebihan seperti si lelaki tampan yang ada di iklan tersebut? Kesedihan itu bisa menghancurkan kita seperti gunung yang menembus hamparan bumi, melemparkan kita kejurang, kemudian tersapu bagai kerikil di tengah-tengah badai bahkan bisa memalsukan kenyataan tanpa batas.

Kesedihan pernah melanda siapa saja yang ada di hamparan bumi ini, kesedihan yang biasa saja bahkan kesedihan yang membuat orang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri(nauzubillah). Pernahkah anda membaca status yang mencerminkan keadaan galau di Facebook atau mungkin mendengar curahan hati sahabat anda? Pastinya pernah lah. Atau mungkin kita sendiri yang mengalaminya? Boleh saja si lelaki tampan dalam iklan trsebut seperti itu? Tetapi tentunya saya, anda, dan kita semua jangan seperti itu donk. Sungguh disayangkan jika kegalauan mematikan lampu-lampu yang ada pada anda dan mengambil cahaya terang yang ada pada diri anda, dan anda dibiarkan sendiri dalam kegelapan. Justru dari kegalauan bahkan yang kita bilang suatu musibah bisa menjadi teman anda, menyadarkan anda bahkan dapat melahirkan anda kembali dengan cahaya yang lebih terang. Bagaimana caranya? Jadikanlah kegalauaan anda itu sebagai awal dari ibadah.

Kita semua adalah makhluk yang sebenarnya memiliki kekuatan hati yyang sangat luar biasa (insya Allah), buktinya kita mampu melewati segala kegalauan yang terdahulu kita rasakan. Kegalauan yang telah berlalu merupakan ketetapan-NYA. Anda tidak bisa merubahnya kecuali Allah SWT yang menjauhkannya dari anda. Lebih baik jika tidak ingin kegalaun menghampiri kita berfikirlah sejenak jika memutuskan sesuatu, seperti yang dilanda lelaki tampan (baca; pacaran) itu, sudah tau pacaran banyak maksiatnya masih saja asyik, tentu Allah tidak suka. Bisa jadi kegalauan yang melanda teguran diri-NYA, sadar kah kita?

Bisa koq kita buang rasa galau itu dengan kegiatan positif yang memang lebih dianjurkan. Menulis, membaca, atau untuk kalian yang punya hobby ngeband, football dsb. Itu semua lebih baik dari pada manyun-manyun sambil keliling kota. Malah bikin masuk angin kan?

Ketika galau melanda segeralah pergi dari kegalauan itu, larilah sejauh-jauhnya. Jangan sampai kedua tangan anda berpangku dagu dengan perasaan hambar. Kenapa kita harus memikirkan masalah itu dengan perasaan galau? Karena kita belum paham hikmah dan kasih sayang Allah dibalik musibah yang ada. Ketika kita percaya bahwa Allah yang memberi solusi ketika itu pula insyaAllah kegalauan berangsur-angsur membaik, bukankah Allah lebih suka kita merahasiakan derita yang sedang kita alami? saya, anda dan kita semua tentulah sedang belajar menjadi hamba yang baik. Namun tak ada salahnya kita mencoba yg disukai oleh Allah. Kegalauan itu terjadi karena mungkin kita jauh dari Allah, semakin kita jarang mengingatt Allah semakin galaulah hati ini, kegalauan itu terjadi karena perbuatan kita sendiri. So, segeralah kita kembali kepada Allah dan pasrahkan kepada-NYA. Mengingat Allah akan membuat tenang, dan anti galau itu caranya dengan berdirilah kemudian sholat, bertasbihlah, mengajilah, dan temukanlah sesuatu yg baru.

Anti GALAU gratisan:
Dapatkan ketenangan hati dengan SHOLAT
Gratisan mengaji tanpa dipungut biaya
DAN Layanan SERU lainnya....


Penulis Sahabat KPK Sintang

Allah Sayang Padaku

Akhiarden KPK**

Subhanallah, hari ini aku benar-benar bersyukur kepada Allah SWT. Allah masih menyayangiku dan masih memberikan kepercayaanku untuk melihat keindahan dunia ini dengan dua mataku. Betapa tidak, dalam perjalanan pulang kampong mengunjungi dua orang tercintaku, aku mendapati sebuah kejadian yang hamper melenyapkan pandangannku. Bermula dari keinginanku mengelem tebeng motor yang patahSungguh tebeng yang hampir patah ini sangat mengganggu lajunya perjalanan. Aku tidak bisa mengebut karenanya. Solusi yang paling memungkinkan dan kudu harus dilakukan agar perjalanan tak terhambat adalah dengan mengelemnya sembari mencari bengkel motor untuk mengikat tebeng motor yang hampir terlepas. Aku memutuskan untuk membeli lem gila untuk merekatkan tebeng yang hamper terlepas.
Alhamdulillah setelah cukup lama mencari aku menemukan sebuah toko yang menjual lem gila yang aku cari. Setelah lem didapat aku tak langsung mengelem tebeng motor tapi membeli dua kue untuk mengganjal perut yang keroncongan. Setelah makan kue aku langsung memasang lem tebeng motor.

Setelah membuka penutup lem dan membuat lubang tempat keluarnya lem aku mengarahkan lem tersebut pada lokasi yang harus direkatkan. Lama kucoba namun lem ternyata tidak keluar-keluar. Aku berpikir lem ini telah lama sehingga cairan perekatnya tidak bisa keluar. Namun aku kecela, saat aku mencoba mengeluarkannya dengan menekan tempat lem sekuat-kuatnya dengan posisi mulut lem kearah atas mendekati mataku ternyata cairan lem didalamnya muncrat keatas. Hanya beberapa centimeter selisih muncratan cairan lem nya dari mataku. Hampir hampir dan nyaris mengenai mataku. Aku langsung mengucap syukur kepada Allah atas nikmat hebat yang telah diberikannya kepadaku hari ini. Aku tak bisa membayangkan apa jadinya jika muncratan itu mengenai mataku. Pastilah dunia akan menjadi gelap dan aku tak bisa melihat lagi wajah-wajah indah ayah ibuku, saudaraku, keponakanku, keluargaku, saudaraku dan tentunya keindahan dunia dan segala isinya. Ternyata Allah masih memberikan kesempatan kepadaku menikmati keindahan-keindahan hidup ini denga kedua bola mata yang sempurna.

Alhamdullah, segala puji untukmu Allah. Maafkan aku hambamu yang tak pandai bersyukur atas nikmat yang Engkau anugerahkan selama ini. Ampuni aku jika nikmatmu kusalah gunakan. Ya Allah semoga kejadian hari ini menghadirkan semangat mengabdi yang bertambah dari hari kehari. I love you Allah
Perjalanan Pulkam,
17 Februari 2012



Penulis ketua KPK

Hidayah, Dakwah dan Cinta

Ariyanti Ammara KPK **

Tulisan ini dirangkai untuk sahabat seperjuanganku. Didasari oleh sebuah rasa
yang ada dalam benak seorang anak manusia yang ingin berbagi. Berbagi tentang
hal istimewa yang yang telah dianugerahkan olehNya...Tengah malam, ketika penanda waktu di laptopku menunjukkan pukul 00.10 wib. Diiringi sebuah instrument aku mulai mengetik. Tak tahu apa yang sebenarnya ingin aku tulis. Namun jiwa ini mendorong ragaku untuk menulis sesuatu.

Aku tak tahu harus mulai dari mana. Namun aku menulis saja apa yang aku rasa.
Meskipun itu hanya ungkapan ketidakmengertianku harus menulis apa. Seperti
saat ini. Aku menulis tentang ketidakmengertianku.Aku ingin berbagi tentang rasa, tentang cerita dan tentang mimpi. Rasa yangkutak tahu kapan mulai ada dalam benakku. Cerita yang pastinya kapan ia dimulai. Akupun tak tahu. Mimpi yang juga aku tak tahu bila kah akan terwujud. Pasti engkau heran membaca tulisan ini. Tulisan yang isinya hanya ketidaktahuan. Tulisan yang hanya menyampaikan apa yang kutak tahu. Lalu papa yang bisa didapat dari tulisan seperti ini? ya, itulah adanya.

Aku ingin berkisah tentang pengalamanku mengenal tarbiyah. Bermula dari
kegiatan wajib bagi mahasiswa baru, khususnya mahasiswa muslim yang bernama
STUDIKA yaitu Study Islam Kampus. Pertemuan pertama dengan seorang
mentor di dpr kemudian berkenalan, belum menimbulkan kesan apa-apa. Namun
aku tahu, semua liku hidupku berawal dari sana. Ia lah yang megubah haluan jalan
yang aku tempuh kini. Hingga kini aku mendapati diriku menjadi orang yang
benar-benar bersyukur. Semula aku tak menyangka akan sejauh ini efek dari
studika. Namun silahkan engkau percaya atau tidak, inilah yang terjadi.
Bersamanya aku menjadi lebih banyak mengerti. Mengerti tentang hidup, maknanya, tujuannya, hakekatnya, bahkan cara menjalaninya. Bersamanya aku mengerti tentang orangtua, sahabat, kasih sayang, cinta, rindu, tawa, tangis, duka,lara,pengorbanan, pengabdian, ketulusan, keikhlasan, kesetiaan, kebahagiaan, kesedihan, senyum, bahagia, merana, sepi, gelap, terang, semua. SEMUANYA. Bersamanya aku dapat mengenal diriku sendiri, mengenal siapa Tuhanku, mengenal dunia.

Tarbiyah pula yang mengenalkan aku pada suatu pekerjaan mulia yang gajinya
tidak akan pernah mampu orang untuk menggajinya. Tarbiyah yang mengenalkanku pada dakwah. Disanalah aku diajarkan untuk berbagi. Karena bagiku, dakwah adalah berbagi. Berbagi nikmat iman yang Allah anugrahkan pada kita. Berbagi nikmat ilmu yang Allah berikan untuk kita. Berbagi harta yang Allah titipkan pada kita. Berbagi kasih, berbagi sayang, berbagi cinta yang Allah limpahkan pada kita. Dakwah adalah berbagi tanpa mengurangi, memberi tanpa ada yang hilang. Bahkan semua itu akan terus bertambah. Itu semua karena kita bukan berdagang dengan manusia, tapi berdagang dengan Allah.

Teringat kisah Nabi Muhammad saw yang selalu sholat malam hingga kakinya
membengkak. Padahal beliau sudah pasti diampuni semua dosanya dan pasti masuk
syurga. Namun beliau tidak pernah meninggalkan sholat malamnya dan terusmenerus
bersyukur akan nikmat yang Allah berikan padanya. Nabi Muhammad saw melakukan sholat tahajjud sebagai rasa syukur, bukan karena ingin mengharap syurga. Jika boleh aku mencontoh beliau, aku juga ingin berdakwah karena rasa syukur dan cintaku padaNya. Aku ingin dakwah sebagai salah satu bentuk syukurku atas karunia hidayah yang Allah berikan padaku.

Seorang anak manusia beriman yang diberikan harta yang berlimpah akan
mewujudkan rasa syukurnya dengan mengucapkannya, kemudian menafkahkan
sebagian hartanya kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Demikian pula aku.
Aku ingin mensyukuri nikmat yang paling berharga yang Allah anugrahkan bukan
hanya dengan mengucapkannya dengan lisan.

Namun aku juga ingin membaginya dengan orang lain. Meskipun aku tahu, bukan daya manusia untuk memberikan hidayah pada mausia lain, bahkan untuk dirinya sendiri. Namun aku hanya ingin menjadi jalan terhidayahinya orang lain. Aku ingin menjadi jalan kebaikan bagi orang lain. Aku tahu ilmuku belum seberapa, bahkan masih sangat jauh darisempurna. Imanku juga msih belum sekualitas Nabi Muhammad, bahkan jauh,
jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh sekali dari itu. Namun karena syukur dan
cintaku, aku mau melakukan itu. Karena cintaku padaMu, aku rela menjadi tentara
yang membela agamaMu.

Izinkan aku melakukan ini karena syukurku padaMu. Syukurku atas tanganku yang
masih mampu menggoreskan pena dan merangkai kata-kata kebaikan. Syukurku
atas kaki yang sanggup melangkah menuju tempat-tempat yang Kau sukai.
Syukurku akan lisanku yang masih mampu berucap kata-kata kebaikan. Syukurku
atas mataku yang masih bisa menuntut lisanku untuk membaca kalamMu.
Syukurku atas telinga yang masih berfungsi untuk mendengar perintahperintahMu.
Syukurku atas hati yang masih bisa merasa, menerima, meyakini,
melihat, dan mendengar tanda-tanda kebesaranMu.Syukurku atas jantungku
yang masih sanggup menghirup udara.

Syukurku atas udara gratis yang Kau berikan. Karena aku tahu begitu mahalnya oksigen tiap tabungnya. Syukurku atas darah yang masih mengalir lancar dalam pembuluh darahku. Karena aku juga tahu betapa sulitnya mencari darah bagi orang yang kekurangan darah. Syukurku akan kesehatan yang masih engkau titipkan padaku. Syukurku akan kelengkapan dankesempurnaan fisik yang Kau ciptakan. Syukurku akan orangtua yang kau beri.

Syukurku akan keluarga, rezeki, kebahagiaan, semuanya. Tak akan pernah
sanggup untuk aku menuliskan semua nikmat yang Engkau berikan padaku.
Izinkan aku melakukannya karena cinta. Cinta padaMu, cinta pada RasulMu.

Jika cinta sudah bicara, samudra luas kan ku sebrangi
Jika cinta sudah meraja, dataran pasir pun kan ku jajahi
Semua akan jadi indah dengan cinta
Semua akan jadi mudah karena ada cinta
Ketika cinta sudah di hati, ia akan menjadi motivasi sejati
Ahh… Tak kan cukup untaian kata tuk mendeskripsikan, jika cinta yang
dibicarakan

Jika cinta menjadi alasan, maka tak ada kata menyerah
Begitu pula dakwah.

Jika dakwah hanya dilandasi cinta karenaNya, maka ia akan jadi indah.
Ia akan jadi kerinduan, bukan kepenatan.
Ia akan dinanti, bukan dihindari.
Ia akan jadi kebutuhan, bukan lagi kewajiban.
Ya, dakwah karena cinta.
CINTA PADA ALLAH DAN RASULNYA.



penulis Sekretaris KPK

Tersesat di Madura

Akhiarden Kpk**
Minggu malam, 29 Januari 2012, sehabis sholat magrib dan tilawah surah Ar Rahman. Aku memutuskan untuk jalan-jalan menikmati suasana malam di kota Pemekasan. Sembari mencari makanan untuk mengganjal perut yang sudah sedari sore ingin diisi. Tujuan keduanya aku ingin membeli rambutan, sejak sore tadi aku memang berkeinginan membelinya namun tak sempat karena harus buru-buru ke Pantai bersama teman-teman SBS Pemekasan. Pulangnya pun pada saat adzan magrib telah berkumandang. Berbeda dengan kota Malang yang toko makanannya serba murah dan melimpah, di Pemekasan rumah makannya sedikit dan cukup mahal. Sejak di Pemekasan aku belum menyentuh makanan nasi plus lauknya. Malam hari sejak tiba di terminal aku makan bakso tenis. Rasanya tenis banget, menggelinding tak jelas. Kuahnya sedikit dan tidak ada mie kuning dan sayurnya. Namun karena lapar makanan tersebut mudah saja dihabiskan. Besok paginya saya sarapan pecal nasi. Siangnya rujak cingur, makanan khas daerah Jawa Timur, tepatnya makanan khas dari Pulau Madura ini. Beruntung aku bisa memakannya dari daerah asalnya langsung, tapi rasanya tidak terlalu cocok dengan lidah Melayu ku, lagi-lagi karena lapar mudah saja makanan tersebut tembus di kerongkongan.

Subhanallah suasana kota Pemekasan malam hari sangat indah. Dengan berjalan kaki aku menyusuri jalanan trotoarnya. Terang benderang cahaya lampu dan ramainya suasana malam menambah semangatku untuk menjelajahi beberapa sudut kota meski dengan berjalan kaki dan tanpa pemandu jalan. Aku telah memutuskan untuk membeli rambutan dan beberapa barang menarik yang mungkin cocok dengan keadaan kantong. Paling penting aku ingin membeli makanan untuk mengisi kekosongan ruang di lambung. Satu kesalahan kecil yang kelak berakibat besar yang aku lakukan adalah tidak mencatat atau tepatnya tidak mengingat nama gang tempat aku menginap (kantor SBS Pemakasan-red). Ini akan menjadi pelajaran penting buat aku di masa mendatang, hal pertama yang harus dilakukan ketika bertamu di kota lain adalah menghapal nama gang dan jalan tempat kita menginap. Tapi sudah terlanjur jadi aku putuskan tetap berjalan menuju tempat menarik untuk disinggahi.

Setelah cukup lama berjalan, akhirnya tempat yang menjual rambutan yang aku tuju ada di hadapan. Aku memutuskan berhenti sejenak dan membeli 2 kilo rambutan. Pasti rambutannya enak, minimal mendekati rasa rambutan Pontianak. Ternyata dugaanku melesat rasanya cukup asam. Kata penjualnya ini bukan rambutan Madura tapi rambutan dari Jember. Tapi tetap memberikan sensasi rasa yang nikmat. Karena aku memang lapar, lagi-lagi semua makanan di Madura terasa atau dipaksakan menjadi enak karena aku dalam kondisi lapar dan haus. Jadilah rambutan itu aku makan ditempat transaksi sambil bertanya beberapa hal yang ingin aku ketahui dari penjualnya. Biasalah basa-basi mengisi kebekuan komunikasi. Ini penting dilakukan dimana saja kau berada dan bertemu dengan siapa saja. Bukankah semakin banyak teman, semakin banyak kenalan semakin luas dunia ini. Asyik ya dimana-mana punya teman atau minimal jaringan yang bisa memberikan informasi lengkap tentang kotanya. Semakin banyak tahu kita tentang keadaan kota tersebut semakin sedikit biaya yang harus kita keluarkan untuk mengelilinginya..

Setelah puas makan rambutan aku segera melanjutkan perjalanan memutar mencari rumah makan enak dan murah. Perut sudah tak mau kompromi untuk segera diisi. Lama berjalan menyisari dan melewati beberapa rumah makan akhirnya aku bertemu dengan rumah makan yang pas. Tepatnya pas dengan kondisi kantong hehe. Tempat makan yang kupilih ini terletak dipinggir jalan diatas trotoar didepan rumah penduduk. Sebentar lagi nyanyian kampoenk tengah pasti akan berhenti. Namun nasi goreng yang ditunggu cukup lama jadinya. Kerana penjualnya focus ngerjain pesanan dari orang-orang yang datang sebelumnya. Jadilah aku mesti bersabar sementara perihnya rasa lapar semakin melilit. Aku putuskan untuk mengganjalnya dengan krupuk-krupuk yang terpajang manis di depanku. Akhirnya setelah cukup lama menunggu nasi goreng yang ditunggu datang juga. Rasanya sedikit lebih baik dari makanan yang aku makan sebelumnya selama di Pemekasan. Namun tetap ada kurangnya, kurang banyak…hehe. Setelah menuntaskan nasi goreng tersebut aku membeli beberapa kerupuk untuk teman-teman dikantor.

Setelah proses pembayaran selesai aku memutuskan untuk langsung pulang ke kantor. Saya memasuki gang yang aku yakin gang aku keluar pertema kalinya setelah sholat magrib tadi. Namun setelah lama berjalan aku mendapati keanehan masjid yang seharusnya kokoh berdiri di pertengahan gang yang menjadi petunjuk menuju kantor SBS Pemekasan ternyata tak kunjung nampak batang hidungnya. Waduh…gawat bisa berabe ni urusannya kalau saya tersesat. Ini perjalanan pertema lho di kota indah ini. Aku juga tak punya sanak saudara disini hehe. Dan ternyata hipotesisku benar, aku benar-benar tersesat. Gang yang aku masuki ini bukan gang yang kulewati saat keluar tadi. Aku memutuskan untuk mencari jalan yang memungkinkan aku bisa ke gang yang diinginkan. Setelah lama melewati jalan ini justru aku mendapati gang yang sempit, sepi dan dipenuhi dengan rumpun bamboo. Pasti ini bukan gang yang aku inginkan. Saya kembali memutar haluan mencoba peruntungan mencari jalan keluar dari gang yang lain ternyata gang yang kedua malah semakin sepi, semakin banyak rumpun bamboo, rumah sedikit dan ini yang cukup menyeramkan, ada kuburannya. Aku tidak cukup berani untuk meneruskan perjalanan melalui jalan ini. Segera Aku memutuskan untuk kembali ke jalan pertama yang kulewati. Selanjutnya aku mencoba jalur ketiga yang aku yakini adalah jalan keluar yang diinginkan. Ternyata jalan ini buntu dan berakhir lagi-lagi di kuburan. Tiga kali mencari jalan pulang tiga kali berakhir di kuburan. Karena tak enak dilihat orang jika aku kembali ke jalur sebelumnya kuputuskan mencari jalur yang lain. Alhamdulillah aku mendapati jalan yang cukup besar namun kondisinya masih lengang dan masih dipenuhi dengan rumpun-rumpun bambu. Lagi-lagi saya bertemu kuburan.

Subhanallah, suasana hati semakin tak karuan. Campuran gelisah, resah, takut, dan galau menjadi satu. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan? Sudah hampir satu jam aku berputar-putar disini. Hanya satu orang didunia ini yang aku kabari tentang petualangan sesat ini. Dan akan terus aku hubungi untuk menemaniku menemukan jalan pulang. Lumayanlah untuk sedikit mengurangi rasa takut. Setidaknya ada teman bagiku untuk berbagi cerita dan tentunya bisa menyemangatiku untuk menemukan jalan keluar. Sementara mulutku komat-kamit berdoa memohon ampun pada Allah atas dosa yang telah kulakukan. Aku tak mengabari teman-teman SBS dikantor yang saat itu sedang ada kegiatan. Alasannya Aku tak mau kisah memalukan ini diketahui mereka. Pasti aku ditertawakan dan ini akan menjadi headline berita SBS Nasional. Timnas SBS tersesat di Madura…hehe.

Dan aku tidak mau itu terjadi. Intinya aku ingin tak satupun orang yang tahu bahwa aku tersesat disini. Namun perasaaan takut semakin memuncak. Jalanan yang kulewati semakin sepi. Mau bertanya kepada orang dimana jalan pulang, aku tak tahu nama gang kantor SBS. Kalau prinsipku biasanya malu bertanya sesat dijalan. Tapi kali ini apa yang mau ditanyakan. Nama gangnya tak tahu. Nama jalannya tak tahu. Sekarang prinsipnya berubah, sesat bertanya membingungkan semua orang dan akan mendatangkan malu. Sementara kaki sudah semakin letih untuk dilangkahkan. Tak terasa sudah satu jam setengah aku menikmati perjalanan tersesat ini. Tanda-tanda petunjuk tak kunjung datang. Kuburan-kuburan demi kuburan telah dilewati.

Ya Allah tunjukkan hamba ke jalan yang lurus. Tunjukkan hamba jalan pulang.

Ditengah kekalutan hati yang semakin bertambah Alhamdulillah ada secercah sinar di mataku. Sinar itu semakin jelas dan menunjukkanku jalan yang besar. Hatiku menjadi sedikit gembira. Setidaknya ini lebih menenangkan. Apalagi di depanku ada kantor polisi. Tapi lagi-lagi aku malu mengadu disana, aku tak tahu mana tempat yang harus aku tuju. Alamatnya tak tahu.

Aku memutuskn untuk menemukan jalan pulang dengan caraku sendiri. Tak ingin bertanya dengan siapapun. Aku yakin sukses harus dialui dengan usahaku sendiri. Tak akan bergantung dengan siapapun. Jika ingin sukses aku harus bekerja keras untuk menggapai apa yang diimpikan. Begitu juga dengan situasi yang aku hadapi sekarang, jika ingin menemukan jalan pulang. Aku harus berusaha sendiri menemukannya. Ada dua pilihan jalan . Jalan ke kanan dan kekiri. Saya memilih jalan kekiri. Setelah cukup jauh melewati jalan besar ini ternyata kondisinya semakin sepi. Hanya ada satu dua mobil yang lewat. Mungkin ini jalan menuju kabupaten Sumenep. Kuputuskan untuk memutar haluan. Sementara kaki semakin lelah dan berat untuk dilangkahkan. Mata semakin kuat ingin ditidurkan. Tapi perjalanan mesti dilanjutkan.

Alhamdulillah setelah cukup lama berjalan, Aku mendapati sebuah pusat keramaian yang pastinya semua orang di Pamekasan mengetahuinya, “Supermarket Golden”. Aku yakin perjalanan sesatku berakhir disini. Aku hanya perlu memikirkan scenario yang akan aku mainkan jika ada yang bertanya. Kuputuskan untuk duduk tepat diseberang Supermarket Golden dan makan rambutan. Sementara scenario sudah ada menari-nari di otakku. Mamang becak yang mangkal di seberang jalan menawariku jasanya. Tapi aku tak berminat.

Tak lama hp ku bergetar.
Ada panggilan masuk dari temanku. Segera kuangkat, ini peluang.

Teman : Halo coy gi dimana?
Aku : Lagi diSupermarket Golden
Teman : Qt mau pergi ke “Api g Kunjung Padam ,ni. Pe bwt kw disana?
Aku : Jalan-jalan lah, sape tahu ada barang bagus.
Kita’ kesini nlah. Saya tunggu ya
Teman : Ok…tunggu jak disana. Nanti kami kesana
Sardini : Ok

Telepon ini telah menguatkan skenarioku. Mereka tidak boleh tahu tentang kisah perjalanan tersesatku. Akupun memutuskan untuk masuk ke swlayan mencari pembersih muka. Melengkapi penampilan aktingku agar mereka benar-benar percaya kalau saya hanya berjalan-jalan disini. Bukan karena sesat hehe. Setelah membeli pembersih muka aku mencari WC dan membersihkan wajah dan menyisiri tatanan rambut. Setelah cukup rapi dan panampilan sedikit meyakinkan dari sebelumnya, aku keluar dari supermarket dan menunggu di post penjagaan. Tak lama ada sms dari temanku kalau mereka sekarang sedang di warung sate dekat supermarket Golden. Akupun memutuskan kesana sembari mengisi lagi energi yang tadinya banyak habis. Alhamdulillah ketemu Nike, Fariq dan Taufik. Mereka sedang berdiskusi. Melihat kehadiranku mereka tersenyum dan tetap melanjutkan diskusinya.

Darimana Mr? Tanya Taufik .Mr. dari supermarket Golden? Kok bisa disini Mr.? Emang tahu jalannya?

Tahu dong, tadi jalan-jalan sambil menikmati kota dan alhamdulilah ketemu dengan supermarket ini. Jadi berhenti sebentar cari barang, jawabku dengan ekspresi meyakinkan…

Oo…sip. Semuanya mengangguk paham. Dan akupun tersenyum penuh kemenangan. Petualangan tersesat hampir dua jam tidak diketahui mereka.

Selanjutnya kami menyantap sate dan rambutan plus kerupuk yang telah saya beli sebelum tersesat lagi. Setelah makan dan mb Ruru sang bigbos SBS Pamekasan datang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju “Api tak kunjung Padam”

Sebuah catatan perjalanan yang menegangkan. Semoga bisa jadi pembelajaran untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya

29 Januari 2012

Kamis, 12 April 2012

Jangan Manjakan Matanu

Akhiarden Kpk
Seringkali dalam hidup ini kita memanjakan mata.Padahal kita tahu dari dulu mata emang seperti iu karakternya. Senang dipejamkan dan bermalas-malasan. Betapa banyak orang gagal meraih kesuksesan karena mata manjanya. Coba kita hitung keseharian kita.Kegagalan kita untuk Qiyamullail setiap malam adalah karena memeperturutkan kemanjaan mata yang masih ingin dipejamkan.Kegagalan kita untuk lebih banyak berkarya dimalam hari adalah karena memperturutkan mata yang ingin cepat-cepat dipejamkan.

Ketahuilah sukses kita ditentukan oleh komitmen kita menghadapi semua halangan dan rintangan.Termasuk komitmen melawan kemanjaan mata.Sesungguhya mata diciptakan untuk melihat dunia ini dan segala isinya.Melihat betapa indah dan agungnya ciptaan Allah.Melihat betapa banyak hal yang harus kita syukuri dalam hidup ini.Melihat sisi-sisi kehidupan yang harus kita perbaiki.Bagaimana mungkin kita bersyukur dengan nikmat-nikmat yang luar biasa yang Allah hadirkan untuk kita kalau mata ini selalu dimanjakan. Dia tak akan mampu melihat sisi keindahan dengan kondisi yang selalau dipejamkan.


Sesungguhnya mata yang terpejam lama telah menghilangkan peluang amal yang banyak.Tidur adalah kondisi nol dalam perhitungan amal dan dosa.Tidur adalah saat kita tak miliki kesempatan mendapatkan pundi pahala dan tak juga terhitung melakukan dosa. Kalau terlalu banyak tidur yang kita lakukan setiap harinya,alangkah meruginya kita yang telah melewatkan begitu banyak kesempatan mengumpulkan pundi-pundi amal dalam kehidupan.

Mata manja yang dituruti adalah bencana.Dia tak akan memberikan keuntungan sedikitpun.Manjakanlah ia pada waktu yang tepat.Jangan habiskan waktu dalam hidup ini untuk tidur-tiduran saja.Banyak kebaikan yang sayang untuk terlewatkan.Sementara peluang melakukan dosa senantiasa hadir,menjadi momok yang menakutkan.Bukankah seharusnya banyak pahala yang kita kerjakan setiap hari.Berkebalikan dengan dosa yang harus sekuat tenaga kita hindari.

Mari kita manjakan mata hanya pada saat yang tepat.Saat fisik benar-benar kelelahan.Tatkala sepertiga terakhir bangunlah,bukalah matamu untuk bersamamu merengkuh pundi pahala.Ajaklah ia menangis untuk merenungi banyaknya dosa yang telah dilakukan.Ajaklah dia terjaga untuk memandang indahnya suasana malam. Saat mata-mata yang lain tertidur dengan pulasnya.Matamu justru kau bangunkan,kau ajak menatap indahnya tempat bersujud,indahnya suasana malam yang menghadirkan kedamaian. Mungkin pada awalnya berat,tapi yakinlah kalau dibiasakan maka mata itu akan membuka dengan sendirinya.Rasa kantuknya kan mampu dilawan sendiri. Ajaklah dia untuk mewariskan sejarah kehidupanmu.

Tatkala ditanya diakhirat nanti,dan ditanya apa yang telah kau lakukan didunia wahai mata? Maka dia dengan penuh kebanggaan menjawab,”Wahai Allah,aku telah temani pemilikku Qiyamullail setiap malam,kubantu pemilikku membaca Al Qur’an,akupun menangis menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan,akupun menangis tatkala melihat orang-orang tak seberuntung pemilikku sehingga bertambah syukur orang yang memilikiku

Rabu, 11 April 2012

Egoku

By : Ugie Kimhokaurie**
Jika berbicara..
Satu kata kalimat tak cukup
Jika kau pinta menulis..
Satu buku pun tak menampung

Kau tanya aku..
Inikah yang kau suka?
Haruskah orang sepertinya?
Aku hanya bisa tertunduk diam..


Gila! Itu yang di dalam otakku..
Menyerah! Itu tidak mungkin..
Sadar usaha apapun tak akan cukup..
Tapi ini mimpiku..

Dunia mencemooh..
Caci maki tak ku hirau
Setengah ada rasa ragu,
Tapi aku yang mengerti diriku..

Kenapa harus ada tanya...
Air saja bebas mengalir..
Alam bisa meraunng kesakitan,
Bagaimana denganku yang manusia?

Penulis Sahabat KPK
Pandan-Sintang

Senin, 09 April 2012

Terima Kasih Saudara/i Ku

Akhiarden kpk
Ada berjuta kata-kata yang tak ingin kusampaikan kepada kalian saudara/I ku..
Karena kalian banyak pelajaran yang ku peroleh.
Dari kalian aku belajar arti perjuangan sesungguhnya
Dari kalian aku belajar makna kesabaran
Dari kalian aku belajar memaknai setiap detik dengan tawakal padaNya

Dari kalian aku belajar arti keikhlasan beramal
Dari kalian aku belajar mencintai segala yang sebenarnya aku tak suka
Dari kalian kutemukan penghargaan
Walaupun, beberapa kali aku bekerja tanpa kalian
Tapi ku yakin kalian selalu mendoakan ku
Karena akupun selalu mendoakan kalian dalam kesibukan kalian
Sehingga semangat kita selalu sama membara

Doa ku untuk kalian kepada Rabbku
Lindungi saudara/I ku di setiap hari-hari mereka
Berikan bagi kekuatan pundak-pundak mereka
Yang semakin lelah dengan amanah yang ada
Jangan jadikan mereka orang-orang yang lemah dari segala masalah
Mudahkan segala urusan dan cita-cita mereka
Tegapkan mereka dalam semangat menyongsong kemenangan Islam di bumi ini

Keranjang Biru

By: Warami Nurbiyanti **

2,20,30....40
Plastik isi terikat tali
Bersama keranjang biru
Ia berjalan.

Dan
Wanita berwajah cantik itu
Menggendong calon duit yang berat.
Terkadang jadi nyawa
Atau hanya melayang ke tangan orang tak bernyawa

Kaki wanita cantik itu
Mengukur setpak demi setapak aspal hitam
Panas itu menyambar tudung kepalanya
Demi isi calon duit yang telah ditentukanNYA

Keranjang biru itu pulang
Entah masih 40.... 30,20,2
Keranjang biru dan wanita cantik itu
Tak terhitung keringatmu

Penulis mahasiswa
STKIP Persada Khatulistiwa
Prodi: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.





Yang ‘GAUL’ Yang ‘GAK PACARAN’

By : Warami Nurbiyanti **

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya dan dari lingkungan yang saya lihat. Saya jadikan ini sebagai renungan dan teguran untuk saya sendiri dan pelajaran untuk saya dan kita semua.

Melihat perbandingan masa lalu dan masa sekarang, apakah remaja muslim mengalami kemajuan atau kemunduran? Bukankah ‘Beruntunglah kita ketika hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan celakalah kita ketika hari ini lebih buruk dari hari kemarin’. Tentu kalimat indah itu disungguhkan untuk saya dan kita semua. Beruntunglah remaja-remaja muslim yang ketika hari ini lebih baik dari hari kemarin dan celakalah remaja-remaja muslim yang ketika hari ini justru lebih buruk dari hari kemarin. Sejenak mari kita lihat realita pergaulan remaja muslim saat ini. Yang terjadi saat ini pergaulan remaja muslim semakin terpuruk kedalam lingkaran syaitan. Apakah ini semakin memburuk atau membaik? Tentu saja memburuk. Meski tidak semua remaja muslim seperti itu, hanya orang-orang pilihanNYAlah yang diberikan hidayah dan istiqomah.

Saya tidak setuju dengan adanya ‘pacaran’ dan segala hal yang berhubungan yang berkaitan dengan pacaran. Meskipun dahulu saya pernah mengalami masa jahiliyah itu tetapi insya Allah tidak ingin mengulang masa-masa yang cukup menjadi pelajaran untuk saya sendiri. Pergolakan bathin itupun terjadi ketika saya baru tau ternyata islam melarang kita berlaku pacaran dan ketika itu pula kebimbangan terjadi. Saya bisa katakan kalau kurangnya asupan ruhiah bisa menyebabkan mata hati dan telinga seakan tertutup oleh godaan syaitan. Padahal ada sesuatu yang lebih indah, sesuatu yang sebenarnya terang sekali, terang seperti matahari bahkan melebihi matahari, namun syaitan telah menyelubung itu semua hinggalah mata hati dan telinga tak ingin mendengar sesuatu yang baik untuk kita. Namun Allah Yang Memberikan Hidayah dan Allah tidak akan mengubah kita kecuali kita ingin dan berniat merubah diri sendiri. Jangan pernah bangga dengan predikat pernah berpacaran. Bukankah ajaran islam melarang berpacaran? Ketika Allah memberikan hidayah kepada yang Dia kehendaki bukankah lebih baik segerakanlah berhijrah dari masa jahiliyah menjadi seorang muslim yang fathonah dan istiqomah.

Aku pernah berkenalan dengan seorang wanita yang hingga umur sekian dia belum pernah merasakan menjalin hubungan dengan lelaki (baca; pacaran), Subhanallah saya kagum sekali. Dan diapun bercerita teryata dia malu karena tidak pernah pacaran, alasannya temen-temennya justru bilang “hari gini gak punya cowok, gak gaul oy”. Saya tersenyum mendengar ceritanya itu. Sahabat, sudahlah. Jangan fikirkan omongan mereka. Engkau seorang musimah tetaplah pada prinsipmu itu. Dengan engkau tak pernah pacaran menurut saya engkau sudah keren, sudah gaul, lebih gaul daipad tema-temanmu. Allah juga bahagia melihat hamba yang mampu menjaga diri dari hal yang dilarangNYA.

Remaja muslim saat ini justru dengan PD dan bangga memajang foto bersama sang kekasih (yang sebenarnya gak halal) mulai dari remaja bahkan ada anak yang berumur 13 tahun pun memajang foto mesra dijejaring sosial. Nauzubillah. Ada tulisan ‘Buanglah sampah pada tempatnya’ saya pun berpendapat ‘Buanglah cinta pada tempatnya’. Buanglah disini maksudnya letakkanlah cinta itu pada tempatnya. Dimanakah tempatnya? Kapankah waktunya? Siapakah orangnya? Bagaimanakah caranya? Saya rasa banyak buku islam yang membahas masalah ini dan kita saja yang terkadang malas membacanya. Padahal isi buku-buku seperti inilah yang mengajak kita kepada kebaikan. Tergantung apakah kita ingin tetap berjalan di jalan yang berliku dan gelap itu atau hijrah ke jalan yang lurus dan dan terang, jalan yang sudah Allah berikan secara gratis ini?

Semoga kita bisa berniat ikhlas didalam hati kita dan diaplikasikan dikehidupan kita. Untuk sahabat fillah yang sedang dekat dengan lelaki (baca; pacaran) segera putuskan, jangan bersedih karena yang menyakitkan kita bisa jadi itu yang terbaik dari Allah untuk kita. Dan untuk sahabat fillah yang telah meninggalkan masa-masa jahiliyah tetaplah di jalan yang diridhoi Allah dan always istiqomah. Dan jangan malu jika ada yang mengatakan “Gak pacaran, Gak gaul oy” tetapi ungkapkanlah dengan kalamat “Yang Gaul itu Yang Gak Pacaran”.


Penulis mahasiswa
STKIP Persada Khatulistiwa
Prodi: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Minggu, 08 April 2012

Kita hanya Perlu Memulai

Akhiarden KPK

Kita hanya perlu memulai. Mengawali setiap setiap cita-cita dengan keseriusan memulai melakukannya. Kita tahu banyak orang yang mendambakan sesuatu tapi keinginan itu sebatas keluar dari mulutnya tanpa action yang serius. Cita-cita hanya sebatas dibibir saja tanpa upaya merealisasikannya dalam kehidupan nyata.

Padahal kita sangat tahu tak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Tak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Tak ada kejayaan yang didapatkan dengan berleha-leha. Semuanya ada harganya. Kesuksesan adalah barang ekonomi yang untuk mendapatkannya memerlukan usaha. Gerak adalah energi merubah masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah cermin seperti apa kita di masa depan. Kita hari ini adalah referensi apa yang telah kita lakukan hari kemaren. Memang hidup ini tak akan memberikan kebahagiaan secara gratis semuanya menuntut pengeluaran biaya. Perpindahan hanya terjadi dengan adanya gerak. Seperti itu juga kehidupan, apa yang diinginkan mesti diawali dengan tapak-tapak kecil yang dilangkahkan.

Namun yang menjadi kendala terbesar manusia adalah ketidakseriusannya memulai tapak kaki untuk menaiki tangga impiannya. Bukan karena dia tak mampu tapi tak mau. Beratnya memulai adalah kendala terbesar yang pasti dirasakan semua orang. Kesuksesan sejatinya milik semua orang. Begitu juga halnya dengan kebahagiaan, semua orang punya peluang yang sama untuk meraihnya. Semua orang berhak untuk bahagia. Syaratnya adalah keberanian menapakkan langkah pertama. Siapapun pasti pernah merasakan beratnya langkah pertama. Seperti mengayuh sepeda, kayuhan pertamalah yang terasa sangat berat dan menyiksa.

Banyak orang gagal dalam hidup ini karena ketidakberhasilan memulai langkah pertama. Dia telah menyerah pada kayuhan pertama. Bahkan yang lebih ironis adalah kegagalan karena tidak pernah mengayuh sama sekali. Dia hanya menikmati kebahagiaan semu menjad pembonceng dibelakang. Dikayuhkan oleh orang lain untuk menempuh keberhasilan. Bergantung kepada orang lain dan jauh dari keinginan mandiri.

Ingat kita hanya harus memulai semua yang kita inginkan. Selanjutnya keringanan langkah akan kau dapati. Selamat memulai melangkahkan kaki menju realisasi cita-cita. Walau terasa sangat berat, pijakan pertama harus dilangkahkan untuk bisa sampai ke tangga puncak impian. Semangat

Bahagia dengan Satu Cinta

Akhiarden KPK

Tulisan ini bukan bermaksud menjelaskan pembahasan yang sama dengan buku yang ditulis ustadz terkenal dari Jogja itu.Cukuplah buku itu dan pembahasannya bersama dengan orang-orang yang sudah berkesempatan membentangkan layar baru kapal kehidupannya.Tapi bolehlah dikatakan,sedikit meminjam judulnya,namun sekali lagi dengan parspektif pembahasan yang berbeda.

Cinta yang indah adalah cinta yang tidak terbagi.Selalu menampilkan energy untuk setia.Tidak mudah tergoda dengan ujian dalam perjalanannya.Istiqomah menerima kenyataan.Tulus memberi dan tiada mengharapkan balasan.Diselingi dengan seni memahami perbedaan.Meyakini tiada yang sempurna.Berpijak pada fakta bukan khayalan.Selalu dihibur dengan harapan-harapan dan upaya mewujudkan harapan itu.Selalu percaya dengan masa depan.Selalu optimis dengan setiap pilihan-pilihan.Selalu berbahagia dengan satu cinta.

Tengoklah,kisah Bapaknya Para Nabi,Ibrahim.Beliau adalah tokoh yang sangat patut diteladani dalam bermahabbah kepada Allah Ta’ala.Ibrahim adalah pribadi pecinta sejati yang tiada pernah membagi cintanya.Selalu bahagia dengan satu cinta.Ketika harus memilih antara Allah Ta’ala dengan orang tuanya.Ibrahim memilih Allah ta’ala sekalipun konsekuensinya beliau harus terusir dari keluarganya.Ketika diuji untuk mengorbankan hartanya,beliau tak ragu-ragu untuk menghabiskan seluruhnya hingga tak sedikitpun yang tersisa.Ibrahim juga sangat mencintai anaknya yang telah didambanya bertahun-tahun lamanya.Akan tetapi ketika anak itu masih sangat kecil,ada perintah harus meninggalkannya di padang tandus tak berpenghuni,pepohonan dan sumber mata air.Dia laksanakan perintah itu dengan penuh kesungguhan.Saat dia berkesempatan mengunjungi putranya di daerah tandus yang ditinggalkannya dahulu,dia telah dapati sebuah daerah yang ramai,memiliki sumber mata air yang melimpah dan pemandangan yang hijau serta anak yang dulu pada saat ditinggalkannya masih merah,kini telah beranjak besar dan gagah.Terbayang betapa bahagianya Ibrahim saat itu.Tapi belum lama bercanda bersama anak tercinta,ada perintah dari Allah SWT untuk menyembelih anak tercintanya itu.Tanpa ragu perintah itu dilaksanakan.Tapi Allah lebih cinta kepadanya.Melebihi cinta Ibrahim kepada anaknya.Digantikannya anak yang akan disembelihnya dengan seekor Ghibas yang akan menambah kebahagian pertemuannya dengan keluarga yang telah lama ditinggalkannya.

Keteladanan Ibrahim AS terhadap pilihan bahagia dengan satu cintanya itulah yang kini dipergakan ulang oleh jutaan kaum muslim yang menjalankan ibadah haji maupun yang melaksanakan syariat Qurban.Mereka berupaya mengikuti jejak Ibrahim AS dengan meletakkan cinta kepada Allah Ta’ala diatas segala-galanya


Katakanlah jika bapak-bapakmu,anak-anakmu.saudara-saudaramu,istri-istrimu,kaum keluargamu,harta kekayaan yang kamu usahakan,perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya,dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai,lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah samapai Allah mendatangkan keputusanNYa.Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Thaubah:24)

Sejatinya keHidupan ini selalu menawarkan kita untuk memiliki cinta yang ganda.Menguji kita untuk membagi cinta yang sudah terbangun indah.Menawarkan godaan-godaan yang menipu.Menghadiahkan fatamorgana yang sungguh melenakan.
Sungguh indah apa yang diajarkan Nabi Yusuf AS buat kita generasi hari ini.Mampu bertahan terhadap ujian maha dahsyat,disaat puncak syahwat mulai menggerogoti keimanan disebuah tempat yang sepi.

Sungguh,bukannya pada waktu itu Yusuf tidak tergoda.Tapi cintanya yang tak terbagi dan menoleransi kelalaian, telah membuat benteng keimananya menjadi setegar karang. Benih cinta yang semula mekar untuk tergoda,kembali layu dengan kesadaran diri yang semakin menyelusup dihati.Hatinya suci dari mengkhianati.Yusuf akhirnya benar-benar bahagia dengan pilihan satu cintanya.Tidak tergoda membagi cintanya selainnya.Pilihan itulah yang membuatnya mulia.

Rasul mulia juga menglami godaan untuk membagi cintaNya.
“Para pembesar Quraisy mendatangi Abu Thalib dan mereka berkata kepadanya,” Wahai Abu Thalib,engkau adalah orang yang paling tua,terhormat,dan berkedudukan diantara kami.

Kami sudah pernah memintamu untuk menghentikan anak saudaramu,namun engkau tidak melakukannya.Demi Allah kami sudah tidak sabar lagi menghadapi masalah ini.Siapa yang mengumpat bapak-bapak kami,membodohkan harapan-hatrapan kami dan mencela sembahan kami,maka hentikanlah dia,atau kami menganggapmu dalam pihak dia,hingga salah satu dari kedua belah pihak diantara kita binasa”.

Ancaman ini cukup menggentarkan Abu Thalib.Maka dia memanggil Rasulullah SAW dan berkata kepada beliau,” Wahai anak saudaraku,sesungguhnya kaummu telah mendatangiku,lalu mereka berkata begini dan begitu kepadaku.Maka hentikanlah demi diriku dan dirimu sendiri.Janganlah engkau membebaniku dengan sesuatu diluar kesanggupanku.”

Bukan ujian yang ringan buat sang nabi ketika mendapati paman yang mulia berkata seperti itu.Bukannya tidak sedih sang nabi dengan beban yang harus diitanggung pamannya karena dakwah yang diilakukannya.Paman yang mengasuhnya sedari kecil harus menerima tekanan yang luar biasa diusia senjanya.Sungguh pamannya sangat dicintainya.Dia tiada hendak mengecewakannya.

Kini, karena tekanan yang selalu hadir kepada abu thalib dari pembesar Quraisy telah membuat paman yang sepuh,menasehati nabi untuk kembali meninjau ulang jalan dakwah yang telah dipilihnya.Namun lagi-lagi jalan sejarah orang besar dan mulia.Selalu mempunyai energy yang besar untuk tidak membagi cintanya dengan apapun.Lihat jawaban yang menyejarah dari Sang Rasul.

”Wahai pamanku,demi Allah andaikan mereka meletakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku,agar aku meninggalkan agama ini, ,hingga Allah memenangkannya atau aku ikut binasa karenanya,maka aku tidak akan meninggalkannya”
Mendengar itu mata abu Thalib mengucurkan air mata lalu bangkit.Tatkala beliau hendak beranjak.Abu Thalib memanggil beliau,lalu berkata,” Pergilah wahai anak saudaraku dan katakanlah apapun yang engkau sukai.Demi Allah aku tidak akan menyerahkan dirimu dengan siapapun.


Lalu dia melantunkan Syair
“Demi Allah
Mereka semua tidak akan bisa menjamah
Hingga aku terbujur kaku di dalam tanah
Tampakkanlah urusanmu dan jangan kurangi
Pilihan yang engkau sukai dan senangi”


Sahabat,cukuplah cerita diatas mengajarkan kita untuk sangat berbahagia dengan satu cinta.Jangan berpikiran untuk selingkuh dan menggandakanya.Berbuat serong dan mengkotorinya,Kalau kau telah memilih cinta kebaikan,maka jangan kau gandakan dengan cinta kepada keburukan.Kalau kau telah memilih cinta berada dalam aktivitas dakwah,maka jangnlah kau bagi cintamu dengan memutuskan pensiun darinya.Kalau kau telah memilih mencintai sahabat seperjuanganmu,maka janganlah berpikiran untuk memusuhinya.

Ketika kau telah memilih cinta untuk bersyukur maka jangan kau gandakan cintamu dengan perilaku kufurmu.Ketika kau cinta pada jalan keimanan maka jangan kau gandakan dengan cinta kepada kekafiran,kefasikan dan kedurhakaan.
….Akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah dalam hatimu,serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran,kefasikan dan kedurhakaan.Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,sebagai karunia dan nikmat (yang besar) dari Allah SWT.Dan Allah maha mengetahui lagi Maha Bijaksana (Al Hujarat: 7-8).


Selamat “Bahagia dengan Satu Cinta”